Ironi Politik Jokowi

February 9, 2015

Tak bisa dimungkiri, Jokowi adalah presiden paling lemah sejak digelarnya sistem pemilihan presiden secara langsung tahun 2004 hingga sekarang. Alasannya, pertama, tak ada satu pun partai yang bisa dikendalikan atau dikontrol secara langsung oleh Jokowi. Di PDI Perjuangan (PDIP), Jokowi bukan veto player. Megawatilah pemegang remote control partai, termasuk pemegang saham terbesar pemerintahan Jokowi. Kedua, Koalisi Indonesia Hebat (KIH), yang konon menopang proteksi politik Jokowi di parlemen, juga jauh untuk mencapai mayoritas sederhana. Koalisi yang dibangun Jokowi di parlemen terlalu kurus dan minimalis. Pada masa Jokowi inilah kali pertama Indonesia, sejak Reformasi 1998, mengalami divided government (pemerintahan yang terbelah karena cabang kekuasaan legislatif dikuasai oposisi). Ruang manuver politik Jokowi kurang leluasa sebab oposisi secara formal menguasai komposisi kekuatan di DPR. …Jokowi Ketum PDIP?


Agama dan Politik: Mana Menunggangi Mana

December 18, 2013

Nama parpol, kejadian dan tokoh yang disebut di dalam artikel ini hanyalah sekedar contoh, untuk memudahkan pemahaman pembaca dengan logika dan analogi yang sederhana. Klop antara teori/ argumentasi dengan contoh nyata sehari-hari. Dengan tanpa bermaksud mengecilkan maupun membesarkan yang satu dari yang lainnya. Yang penting esensinya bisa dipahami. Selamat menikmati, semoga menambah wawasan kita bersama.

 

“Menunggangi agama untuk politik” berbeda dengan “menunggangi politik untuk agama”.

Menunggangi agama untuk politik: agama cuma tunggangan, padahal biasanya anti terhadap nilai agama. contohnya mendadak pake kerudung pas jadi cagub.  (contoh:  pilgub Jabar kemarin)

Mati2an nolak UU pornografi tapi tiba2 pake kerudung saat jd cagub. agama tiba2 jd simbol untuk membohongi kaum muslimin.  (contoh:  pilgub Jabar kemarin) …Menunggangi Politik untuk Agama


Misteri Nyi Roro Kidul: Antara Mitos, Politik, Kejawen, dan Islam

October 31, 2013

Kenyataan sosial seperti itulah yang dimanfaatkan oleh Sutowijoyo untuk memunculkan mitos bahwa Sutowijoyo sebagai raja Mataram telah didukung dan dibantu oleh Nyai Ratu Kidul, penguasa lelembut tidak hanya di Laut Selatan, tapi juga memerintah para lelembut di seluruh Jawa. Tentu saja ini adalah kreativitas Sutowijoyo dalam berpolitik sebab sebelumnya seolah-olah tidak ada penguasa di Jawa yang perlu dibantu oleh Nyai Ratu Kidul. Hayam Wuruk dan Gajah
Mada yang berhasil menguasai Nusantara tidak dengan mitos Ratu Kidul, dan bahkan nyaris tidak terdengar kisah mistiknya. Raden Patah, Sultan Demak yang merupakan anak Prabu Brawijaya V dari isteri Campa, menjadi Sultan juga tanpa memunculkan mitos. Sultan Trenggono bahkan menjadi Sultan Demak dan Pajang, murni dengan jalan pembunuhan politik terhadap Pangeran Sekar Seda Lepen. …Selengkapnya