Ironi Politik Jokowi

February 9, 2015

Tak bisa dimungkiri, Jokowi adalah presiden paling lemah sejak digelarnya sistem pemilihan presiden secara langsung tahun 2004 hingga sekarang. Alasannya, pertama, tak ada satu pun partai yang bisa dikendalikan atau dikontrol secara langsung oleh Jokowi. Di PDI Perjuangan (PDIP), Jokowi bukan veto player. Megawatilah pemegang remote control partai, termasuk pemegang saham terbesar pemerintahan Jokowi. Kedua, Koalisi Indonesia Hebat (KIH), yang konon menopang proteksi politik Jokowi di parlemen, juga jauh untuk mencapai mayoritas sederhana. Koalisi yang dibangun Jokowi di parlemen terlalu kurus dan minimalis. Pada masa Jokowi inilah kali pertama Indonesia, sejak Reformasi 1998, mengalami divided government (pemerintahan yang terbelah karena cabang kekuasaan legislatif dikuasai oposisi). Ruang manuver politik Jokowi kurang leluasa sebab oposisi secara formal menguasai komposisi kekuatan di DPR. …Jokowi Ketum PDIP?


Menolak Lupa: Daftar Janji Manis Jokowi

October 22, 2014

1. Janji Jokowi-JK Besarkan Pertamina Kalahkan Petronas dalam 5 Tahun
2. Jokowi Janjikan Bangun 50 Ribu Puskesmas
3. Swasembada Pangan
4. Membuat Bank Tani untuk Mengurangi Impor Pangan
5. Jokowi Janji akan Tetap Blusukan bila Jadi Presiden …64 Janji Selengkapnya


Melawan Lupa: Sembilan Janji Utama Jokowi-JK

October 20, 2014

BANDUNG – Menjelang pilpres 2014 yang hanya tinggal enam hari lagi, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menegaskan 9 Program Nyata kepada masyarakat. Hal itu disampaikan oleh pasangan tersebut di Hotel Holiday Bandung Jawa Barat, Kamis (3/7/2014). “Jika kami terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, kami berkomitmen untuk menjalankan program-program nyata,” kata Jokowi membacakan 9 programnya.

Berikut sembilan poin dalam 9 Program Nyata Jokowi-JK tersebut:
1. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri secara bertahap selama lima tahun. Program renumerasi PNS akan dituntaskan di tingkat pusat dan diperluas sampai level daerah.
2. Mensejahterakan desa dengan cara mengalokasikan dana desa rata-rata Rp1,4 miliar per desa dalam bentuk program bantuan khusus dan menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap. …Selengkapnya


Jokowi dan Islam Indonesia

June 3, 2014

Arogansi PDIP terhadap Ummat Islam

Setiap menjelang perhelatan politik, seperti pemilihan presiden (pilpres), selalu saja mencuat isu-isu sektarian yang bersifat teologis terkait sisi keagamaan para kandidat. Di era sosial media saat ini, isu-isu ini bergerak begitu masif dan atraktif dalam beragam model dan modusnya. Isu-isunya tidak saja dikemas dalam bentuk rangkaian tulisan dan link berita, tapi juga gambar-gambar yang sarat dengan isu-isu sektarian.

Mencuatnya isu-isu keagamaan ini harus diletakkan secara proporsional dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya mayoritas Muslim. Tentu, sesuatu yang wajar ketika masyarakat Muslim mendamba calon presiden (capres) dari seorang Muslim dengan kualitas kesalihan individu yang mumpuni. Idealnya, kesalihan individu ini diikuti pula dengan kesalihan sosialnya. Karena, pada konteks ini sesungguhnya pesan utama Islam; keseimbangan relasi vertikal dan horizontal (hablun minallah wa hablun minannas). …PDIP, bukan Jokowi-nya


Video Adu Visi Misi Calon Presiden RI: Prabowo VS Jokowi

May 24, 2014

Ini dia video ringkas tentang adu visi misi calon presiden RI dalam bahasa Inggris antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Silahkan disimak baik-baik. Semoga wawancara singkat tersebut bisa membantu Anda menjatuhkan pilihan 🙂

#PilihCapresAsli


PDIP dan Jokowi: Berpihak pada Wong Cilik atau Konglomerat?

March 25, 2014

Megawati dan Jokowi

Keberpihakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap masyarakat kecil atau wong cilik diragukan. Keraguan ini mencuat setelah adanya pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan sejumlah pengusaha terkait dukungan untuk pemenangan calon presiden (capres) PDIP, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilu 2014.

“Masyarakat makin skeptis terhadap komitmen kerakyatan atau wong cilik PDIP. Dalam praktiknya, wong cilik lebih banyak menjadi jargon saja,” kata pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Hidayatullah Zaki Mubarak kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/3). …Yang Dikhawatirkan jika Jokowi Menang