Berbagai Alternatif Solusi Sebelum Menaikkan Harga BBM


“Konstitusi kita tidak memberikan ruang bagi harga pasar atau harga keekonomian,” tegasnya, dalam diskusi “Bola Panas BBM” di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (30/8). Ia menekankan, cara berpikir atau hitung-hitungan yang dipakai PDIP dan Jokowi-JK dalam menetapkan kebijakan BBM pastilah tidak ketemu dengan semangat konstitusi. “Jadi jangan bicara terlampau jauh, padahal cara berpikir kita lagi digeser ke logika harga pasar dan harga keekonomian. Sekarang logika ekonomi apa yang dipakai PDIP?” gugatnya. Dia juga jelaskan bahwa banyak alternatif solusi. Sejak awal ia mengusulkan agar pemerintah terbuka mengenai biaya pokok produksi minyak dalam negeri dan biaya pokok minyak impor, baru bisa berbicara tentang harga. Sumber: http://www.intriknews.com/2014/08/ichsanuddin-noorsy-sekarang-logika.html

Mekanisme subsidi silang dilakukan dengan menurunkan kualitas BBM jenis Premium dari oktan 88 menjadi oktan 80-83 tanpa menaikkan harga premium menjadi BBM rakyat. Dan menaikkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp 11.000 menjadi Rp 13.000 (Pertamax) dan Rp 15.000 (Pertamax Plus). Secara teknis berkaitan dengan kualitas dan ketukan (knocking) di mesin. Semakin rendah nilai oktan menghasilkan lebih banyak ketukan. Sementara knocking menyebabkan mesin cepat rusak. Yang berarti semakin sering menenggak BBM berkotan rendah akan cepat membuat mobil rusak. Dengan asumsi ini, Rizal meyakini tak akan ada lagi pemilik mobil yang rela membuat mesin kendaraannya rusak karena membeli BBM kualitas rendah. Pemilik kendaraan secara dengan sendirinya akan beralih ke Pertamax atau Pertamax Plus. “Kita hapuskan premium, oktannya ketinggian. Kita bikin produk baru yang oktannya 83 yang hanya akan dinikmati oleh 86 juta pengendara sepeda motor, 3 juta angkot dan dua juta nelayan. Ada prinsip subsidi silang,” kata Rizal. Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/11/11/nev0y2-rizal-ramli-ajukan-usulan-solusi-bbm-ke-dpd

Pemerintah harus memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif lainnya. Misalnya, Indonesia memiliki banyak air terjun yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan dialirkan ke desa-desa. “Itu sudah lama dibicarakan, tapi tidak ada wujudnya (implementasinya),” katanya. Begitu juga dengan angin yang juga bisa menjadi sumber energi. Apalagi, kata Kwik, negara-negara di Eropa sudah membuktikan pemanfaatan angin sebagai sumber energi. Bahkan sinar matahari pun bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi. “Kita kaya akan matahari, tapi tidak bisa menghasilkan energi yang mencukupi,” ungkapnya. Sedangkan ekonom Iman Sugema menyebut ada empat kesalahan yang dilakukan pemerintah selama ini terkait kebijakan BBM. Pertama adalah ketidaksesuaian produksi dengan tingkat konsumsi. Kedua, subsidi energi yang mahal justru untuk orang kaya. Ketiga, membiayai subsidi dengan utang, dan keempat mengadopsi formula yang berisiko tinggi. Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/09/24/259830/Kwik-Dorong-Jokowi-JK-Genjot-Pemanfaatan-Energi-Elternatif-

Menurut Maruarar, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih belum efisien menggunakan anggaran karena masih ada sejumlah sektor yang pendapatannya dapat ditingkatkan, seperti sektor pajak. Karena itu, Maruarar mengusulkan kepada pemerintahan mendatang akan dapat melakukan efisiensi anggaran serta optimalisasi pendapatan negara dari berbagai sektor. Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/08/28/nb0sph-politisi-pdip-ini-tolak-wacana-kenaikan-bbm

Anggota Komisi VII DPR, Dewi Aryani mengatakan,sudah banyak sekali digulirkan ide-ide dari pakar ekonomi,kebijakan publik termasuk para politisi, sampai rakyat berbagai usulan perbaikan kebijakan termasuk saran konkrit untuk menambah pemasukan negara. “Soal cukai rokok harusnya juga menjadi alternatif solusi. Dari berbagai sumber dapat dirangkum bahwa untuk tahun 2012 pemerintah mentargetkan pendapatan dari cukai rokok sebesar Rp.73 Trilliun,” kata Dewi dalam siaran persnya, Jumat(23/3/2012). Jika cukai rokok dinaikkan 100 persen kata Dewi maka pemerintah akan mendapat tambahan pemasukan sebesar Rp.146 Trilliun per tahun. Apalagi jika cukai rokok dinaikkan sampai 300 persen. Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2012/03/23/naikkan-cukai-rokok-alternatif-selain-menaikkan-harga-bbm

“Saat kita mengimpor BBM, muncul pertanyaan, apakah layak APBN yang dipakai untuk membeli BBM impor ternyata dinikmati orang kaya? Karena BBM tetap hajat hidup orang banyak, maka ketida layakan orang kaya menikmati subsidi BBM impor dikonversi dengan meningkatkan pajak kepada orang kaya itu. Bukan dengan mengubah BBM (enerji) sebagai hajat orang banyak menjadi komoditas komersial, seperti yang dikehendaki IMF, Bank Dunia, USAID dan OECD. Lagi, saat asing mendominasi jumlah produksi minyak mentah dampaknya menjadi International Oil Company (IOC) yang menentukan besarnya produksi minyak mentah yang dihisap dari perut bumi Indonesia. Untuk mengangkat minyak dari perut bumi Indonesia pun, IOC berdasarkan kontrak bagi hasil menentukan biayanya. Biaya ini ditengarai mengidap banyak masalah sehingga biaya pokok produksi minyak Indonesia tidak mau Celakanya saya tetap tidak paham, kenapa orang-orang cerdas Indonesia sendiri tidak menghitung biaya pokok produksi atas minyak yang diolah kilang sendiri dan berapa biaya pokok produksi atas minyak yang diimpor?” terangnya. Sumber: http://news.fimadani.com/read/2014/11/18/ichsanuddin-noorsy-subsidi-bbm-boleh-dinikmati-orang-kaya/

Menurut Wali Kota Solo Fx Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2014), pemerintah seharusnya menunjukkan kinerja baru mengambil keputusan kontroversial itu. Misalnya, dengan memberantas mafia minyak bumi dan gas. Sehingga rakyat dapat memahami keputusan itu. “Misalnya, bubarkan dulu Petral. Lha ini belum ada jejak kinerja sama sekali kok tiba-tiba menaikkan harga bbm. Baru sehari membentuk tim reformasi tata kelola migas, kerja saja belum apalagi menghasilkan sesuatu. Saya kira itu hanya kamuflase saja biar kelihatan ada dan transparan,” lanjutnya. Sumber: http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/18/320184/sebelum-naikkan-bbm-pemerintah-harusnya-berantas-mafia-migas

Beberapa langkah yang dimaksud adalah mengurangi besaran subsidi BBM melalui perbaikan tata kelola migas, membatasi volume BBM bersubsidi dan menerapkan subsidi tepat sasaran. Kemudian,meningkatkan ruang fiskal yang masih sangat memungkinkan untuk dioptimalkan tanpa adanya kenaikan BBM terlebih dahulu seperti mengefisienkan belanja pemerintah yang tidak produktif, boros dan tumpang tindih anggaran dan mengoptimalkan sumber penerimaan baik dari pajak maupun penerimaan Sumber Daya dan PNBP. Selanjutnya, meningkatkan peran stimulus fiskal. Dengan adanya kendali perencanaan pembangunan yang dikembalikan kepada Bappenas, menjadi awal terjadinya koordinasi dan sinergisitas program akan fokus pada pengingkatan kerja sektor riil yang menjadi prioritas. Realokasi subsidi yang tepat sasaran melalui konsistensi kebijakan energi nasional dan subsidi produktif untuk rakyat. Selain itu, menyusun program stabilisasi harga kebutuhan pokok dengan membenahi pola tata niaga komoditas strategis yang dikuasai kartel dan kembali mempunyai instrument stabilisasi harga komoditas strategis. “Dan pastinya menekan ekonomi biaya tinggi. Caranya dengan percepatan perbaikan dan penyederhanaan sistem perizinan dan birokrasi serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang tepat untuk menurunkan pengetatan likuiditas moneter dan optimalisasi stimulus fiskal,” terangnya. Sumber: http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt546ad8ce988b5/kata-pengamat-soal-kebijakan-kenaikan-harga-bbm

Fahri Hamzah yang juga menjabat sebagai wakil pimpinan DPR RI. Melalui akun media sosial twitter miliknya @Fahrihamzah menyebut bahwa rakyat sudah menanggung beban dari kenaikan harga BBM ini. Padahal, Jokowi sudah menyampaikan tekadnya untuk memberantas mafia migas di Indonesia. “Mafia migas belum diberantas, rakyat sudah harus menanggung beban #kenaikan BBM,” tulis Fahri Hamzah, Senin (17/11). Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/11/17/nf6wxl-fahri-hamzah-mafia-migas-belum-diberantas-rakyat-sudah-menanggung-beban

Semoga rakyat terbuka wawasan dan pikirannya. Hidup rakyat!!!

Artikel Terkait:
Alasan Penolakan Kenaikan Harga BBM dan Solusinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: