Selingkuh: Kawin Silang Louhan Lokal dengan Red Devil #2


Mirip Ini Induk Red Devilnya

Sampai suatu hari pas saya mau kuras kolam belakang, terlihat sedemikian banyak anak ikan di sekitar rumah-rumahan dari genting atap. Dugaan saya, itu adalah anakan pasangan ikan red devil yang memang sudah menunjukkan gelagat kawin sejak awal. Setiap ikan yang mau masuk ke rumah-rumahan akan diusir dan diserang supaya menjauh. Namun setelah beberapa pekan kemudian, baru saya sadari kalau dugaan saya salah. Telah terjadi perselingkuhan antara si louhan dengan salah satu dari pasangan red devil.

Puluhan anak ikan akhirnya saya ambil dan pisahkan dari induknya. Saya masukkan ke akuarium kecil di dalam rumah, lengkap dengan gelembung udaranya. Hari demi hari anakan tumbuh membesar. Saya beri makan dengan pelet takari yang dilembutkan terlebih dulu. Terkadang diselingi dengan kutu air dari selokan depan rumah. Pertumbuhannya cukup lambat jika dibandingkan dengan anakan ikan nila waktu itu. Dengan usia yang sama, besarnya anakan ikan nila bisa dua kali lipat anakan ikan louhan.

Mulai terjadi keanehan. Awalnya saya curiga. Anakan ikan ini warna kulitnya kok gelap. Padahal induk red devil warnanya kuning terang cenderung oranye menyala. Saya baca-baca artikel di internet. Cari gambar sana-sini. Sepertinya belum banyak yang upload gambar anakan ikan red devil. Akhirnya saya biarkan. Mungkin nanti berubah sendiri.

Sampai memasuki usia beberapa bulan, warna kulit anakan ikan red devil (yang sudah seukuran dua jari manusia) masih belum berubah. Masih dominan warna gelap dengan beberapa gambar pola di sisik badannya. Sejak saat itulah saya simpulkan bahwa ikan saya di kolam belakang telah selingkuh. Salah satu dari ikan red devil telah kawin dengan ikan louhan. Karena kulitnya lebih terang daripada ikan louhan, namun juga muncul pola di sisiknya. Terus terang saya juga tidak tahu diantara tiga ekor ikan tersebut mana yang jantan dan mana yang betina.

Karena semakin besar, anakan ikan saya pindah dari akuarium ke kolam depan. Pertumbuhannya relatif lebih cepat. Secara perilaku lebih mirip dengan ikan red devil. Takut dengan manusia, segera lari dan sembunyi menjauh. Makanan (pelet) yang ditebar, disantap dan segera menyelam lari menimbulkan riak-riak di permukaan air. Hingga suatu ketika musibah datang lagi.

Saat pulang kantor, sudah lewat isya’, saya lihat beberapa anakan ikan sudah mengapung. Justru yang ukurannya besar-besar. Beberapa masih megap-megap mencari oksigen. Ternyata ada yang memberi makan pelet sedemikan banyak sehingga tidak habis dan justru meracuni air kolam. Langsung kolam saya kuras airnya. Diganti dengan air keran yang baru. Sayang, belasan ikan tidak terselamatkan nyawanya. Menyisakan belasan anakan ikan yang lebih kecil ukurannya.

Hingga akhirnya saya sadari bahwa sisik anakan ikan berubah warnanya. Pola sisik ikan louhan secara perlahan mulai menghilang. Digantikan dengan warna kuning ikan red devil, namun agak pucat. Dan perubahan ini berlangsung bertahap, sedikit demi sedikit sampai berubah sekujur sisik di badannya. Uniknya lagi, transformasi ini tidak bersamaan antara ikan satu dengan yang lainnya. Bergantian. Sampai tulisan ini dimuat, masih ada sekitar dua ekor yang warna kulitnya masih campuran antara kuning pucat dengan noktah gelapnya louhan.

[bersambung] – #3. Lahirnya Generasi Kedua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: