Kisah Inspirasi: Hujan dan Tanaman


Sudah dua malam ini, kota Surabaya diguyur hujan saat dini hari. Musim memang seharusnya sudah kemarau. Namun, Penguasa Langit Berkehendak lain. Ia Turunkan hujan deras, dan mungkin sangat deras. Menyejukkan, mendinginkan udara panas ekstrim (semoga bukan karena pilpres effect) yang beberapa malam terakhir membuat tidur warga kota bersimbah peluh.

Paginya, saat hujan sudah reda, ia sisakan bekas-bekasnya. Tanah basah, hawa segar, genangan air, dan bulir-bulir air di dedaunan. “Bi, pohonnya ambruk”, seru Nadia saat mau berangkat sekolah tadi. Ya, pohon jambu setinggi 1.5 meter di depan rumah kami memelengkungkan ujung dahannya menuju tanah. Sepertinya tubuhnya tak kuat lagi menahan terpaan air hujan semalaman.

Sahabat, itulah isyarat alam. Ayat kauniyah-Nya untuk kita. Tarbiyah Rabbaniyah buat kita. Sebatang pohon jambu tadi mengajari kita tentang bagaimana menghadapi ujian dan cobaan dalam hidup ini. Saat hujan ringan, ia masih mampu berdiri tegar, tegak. Namun, semakin lama, hujan semakin deras. Semakin dahannya ia lengkungkan ke bawah, menuju tanah. Sujud di hadapan-Nya!

Kita manusia, semestinya bisa mengambil hikmah dari isyarat ini. Saat badai kehidupan menerpa, saat kesulitan mendera, saat harapan tak kunjung datang jua, saat dihadapkan pilihan-pilihan sulit, saat diri sudah tiada berdaya, maka sujudlah kita pada-Nya. Kita mohon pertolongan dari-Nya supaya mampu berdiri lagi, sebagaimana dahan pohon yang perlahan bangkit untuk menyongsong cerahnya mentari yang terbit lagi. Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: