Inilah Alasan Mengapa Golput Pemilu


STOP Golput

1. Pemilu tidak memberikan perubahan.
Pemilu bukan sulap, bukan simsalabim. Hari ini Pemilu, maka besok semuanya akan membaik. Memang masih ada beberapa aspek yang belum membaik, namun peningkatan mutu di beberapa aspek perlu juga diapresiasi/ dihargai. Jadi, jangan golput🙂. Contoh data-datanya silahkan disimak di situs berikut ini:
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=26&notab=2
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=23&notab=1
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=30&notab=33
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=28&notab=1


2. Tidak tertarik dengan politik.
Politik erat kaitannya dengan kekuasaan, dan kebijakan yang akan menentukan seperti apa bangsa ini ke depan. Jika negara ini amburadul di masa yang akan datang, maka yang pertama kali “bertanggung jawab” adalah partai yang mengusung dan rakyat yang memilihnya. Yang kedua, pemilik suara golput. Karena suara golputnya memudahkan para politisi busuk untuk melenggang menjadi wakil rakyat. Jadi, jangan golput🙂. Salurkan suara Anda untuk mereka yang masih baik.

3. Tidak menemukan calon yang sesuai.
Calon wakil rakyat harus dipandang sebagai manusia biasa, bukan malaikat. Sebagaimana halnya kita. Dan parpolnya pun juga harus dipandang sebagai kumpulan manusia, bukan malaikat. Sehingga berbuat salah dan memiliki kekurangan itu selalu memiliki ruang. Hanya saja perlu ditelaah lebih dalam. Bagaimana intensitas kesalahannya? Bagaimana perlakuan/ tindakan dari parpolnya? Bagaimana sistem dan orang-orang di dalamnya? Dan tak lupa bagaimana keseharian pelakunya? Memang pepatah mengatakan “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Namun, tak seorang pun mau, karena sebuah kesalahan, lantas dicap sebagai manusia paling buruk sedunia, selamanya. Sebagaimana sebuah keluarga tidak ingin disebut keluarga maling, hanya karena salah satu anggotanya yang melakukan. Serta seberapa parah dampak kesalahannya? Merugikan diri sendiri ataukah merugikan bangsa dan negara? Jadi jangan golput🙂. Di jaman internet ini, jauh lebih mudah bagi masyarakat untuk mengenali calon wakil dan parpolnya. Amati, kenali dan pelajari.

4. Tidak percaya dengan demokrasi.
Memang demokrasi bukanlah ayat suci yang dapat garansi dari Penguasa langit dan bumi. Namun, faktanya demokrasi adalah sistem pemerintahan yang dipakai negeri ini. Legal, sah. Memang golput itu hak, namun jika sudah tidak percaya dengan demokrasi, maka status kewarganegaraan kita juga perlu dipertanyakan terlebih dulu. Mungkin saatnya berpikir untuk berpindah ke negara lain? Mencari penghidupan di sana. Karena semua produk pemerintahan yang kita jalani hari ini jelas-jelas adalah produk demokrasi. Jadi, jangan golput🙂. Kita lahir, hidup, dan mungkin nanti akan mati (masih) dalam alam demokrasi. Yuk, salurkan aspirasi.

5. Banyak urusan saat coblosan.
Memang ini sangat teknis. Perlu disiapkan jauh-jauh hari. Jadikan hari coblosan agenda utama hari itu. Luangkan waktu. Toh mungkin hanya beberapa menit saja di TPS. Pemerintah pun biasanya meliburkan hari pemungutan suara secara nasional. Pemilu adalah momentum lima tahunan yang langka. Hari coblosan adalah hari yang bersejarah bagi bangsa. Jutaan penduduk negeri ini bersama-sama menentukan nasibnya untuk lima tahun ke depan. Sangat penting untuk dihadiri. Jadi, jangan golput🙂. Pemilu sangat penting untuk diikuti.

6. Tidak puas dengan kinerja partai politik.
Ini masih berkaitan dengan poin (1). Memang masih ada saja politisi yang terjerat kasus hukum. Partainya pun kena imbas dan turut “bertanggung jawab”. Namun, perlu ditanyakan terlebih dulu. Seberapa akurat dan lengkap data kita tentang kinerja partai politik? Seberapa kuat upaya kita untuk memperolehnya? Jangan-jangan masih banyak capaian, prestasi, karya parpol yang bernilai baik tetapi tidak muncul di media mainstream? Hanya karena tidak terekspos, lantas kita dengan mudahnya menilai buruk? Oh, no way lah. Jangan golput🙂. Masih ada orang baik dan parpol baik di luar sana. Dan Google akan membantu kita melakukan investigasi online.

7. Politik itu kotor.
Stigma ini muncul karena ketidakpuasan masyarakat dengan kinerja politisinya. Politik itu uang, sikut kanan sikut kiri. Tidak ada teman abadi, melainkan kepentingan abadi. Apakah jika memang politik itu kotor, terus kita buang dia jauh-jauh? Kita dirikan negara tanpa politik? Damai, tanpa konflik? Ya nggaklah, masbro/ mbaksis. Negara ini lahir dan berkembang sampai sekarang ya karena ada peranan politik. Mau jadi apa nanti negeri kita tercinta ini jika tidak ada politik. Bukan politiknya yang kotor, tetapi bisa jadi politisinya yang masih bermain kotor. Ini yang harus terus dibenahi. Dan pemilu adalah kesempatan terbaiknya. Jadi, jangan golput. Masih banyak di luar sana yang menerapkan politik secara santun, tenang, dan ceria. Temukan dan temuilah mereka🙂

Yuk, kita nikmati pesta demokrasi. Memang pemilu tidak akan merubah segalanya. Namun, tanpa pemilu, segalanya tidak akan mulai berubah. Salurkan suara kita kepada orang/ parpol yang paling tepat. Semoga negeri ini akan semakin baik di masa yang akan datang.

Kerugian Negara karena Korupsi

Kerugian Negara karena Korupsi

Mohon Maaf atas Kekurangan Kami.
Mohon Doa & Dukungannya supaya Kami Menjadi Lebih Baik Lagi.
http://www.pkspiyungan.org
http://www.pks.or.id

2 Responses to Inilah Alasan Mengapa Golput Pemilu

  1. ambeienlur says:

    Terimakasih informasinya gan. salam kenal aj dari saya n sukses selalu .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: