Cara Membatasi Anak Nonton TV


Tidak bisa dipungkiri, TV selain punya manfaat juga memberikan dampak negatif bagi anak-anak. Setidaknya mengurangi waktunya untuk belajar dan berinteraksi secara lebih berkualitas dengan anggota keluarga lainnya. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah terjadinya perubahan terhadap mental dan tingkah laku anak-anak. Sederhananya, anak-anak terpancing untuk meniru ucapan, maupun tindakan yang mereka lihat di televisi. Seorang anak perempuan akan meniru bagaimana caranya ekspresi marah, pun seorang anak laki-laki bisa meniru bagaimana caranya berkelahi.

Orang tua yang sadar akan hal ini berupaya menemukan solusinya. Ada teman yang memilih untuk tidak memiliki TV di rumah. Jika sang anak butuh hiburan, mainan, maka komputer, laptop atau tablet bisa dijadikan penggantinya. Memang relatif lebih mudah dikendalikan oleh orang tua. Solusi ideal, yang iklannya sering muncul di TV, adalah orang tua yang senantiasa mendampingi putra-putrinya saat nonton TV. Sebenarnya cara ini baik, namun jika melihat kondisi nyata di rumah akan kesulitan menerapkannya. Tidak sedikit keluarga yang kedua orang tuanya harus bekerja sampai larut malam. Dan sebagai pengganti mereka, akhirnya cukuplah ada seorang “mbok”, dan TV yang jadi tempat berhibur anak-anak di rumah.

Saya sendiri sebenarnya berangan-angan untuk membuat TV yang programmable channel-nya. Maksudnya untuk satu nomer channel bisa di-setting program acaranya dari jam ke jam yang sekiranya aman buat anak. Program acara bisa diambil dari beraneka ragam saluran TV yang sudah kita verifikasi sebelumnya. Misalkan: TV bisa nyala mulai jam 4 pagi sampai jam 9 malam. Jam 4-5 mengambil program kajian channel RCTI. Jam 5-5.30 acara kartun anak Dora Global TV. Jam 5.30-6.30 siaran berita Metro TV, dst. Itu semua tayang tanpa harus merubah channel-nya. Sudah adakah TV yang bisa demikian?

Cara lain? Begini, biasanya jika kita beli TV baru, itu sudah auto program channel. Alias sampai rumah sudah terisi sekian channel dengan saluran TV baik lokal maupun nasional yang gelombangnya terdeteksi dengan cukup baik oleh perangkat antena TV kita. Tinggal main, tinggal pilih channel, kita nonton, selesai. Anak-anak pun dengan mudah bisa menggonta-ganti channel sesuai yang diinginkannya. Bahkan tak terkendali, bisa rebutan dengan saudara maupun orang tua.

Cara saya ini memang agak sedikit ada “bohong”nya, tapi demi kebaikan si anak tentunya. TV di rumah hanya menyisakan 3 channel yang bisa ditonton dengan kualitas gambar yg baik. TVRI, Metro dan TV One. Channel lainnya saya ubah frekuensinya secara manual, satu per satu, sehingga gambarnya menjadi hilang, tinggal gambar semut hitam yang banyak dan semrawut. Dengan begini anak-anak tahunya “Channel-nya sedang rusak/ gangguan”. Alhamdulillah mereka masih bisa menerima hingga saat ini. Jika kasihan, khusus hari libur bisa kita kembalikan ke frekuensi aslinya🙂

Bagaimana caranya? Saya biasa pakai remote, kebetulan TV di rumah produknya LG. Masuk dulu ke channel yang akan di-blur-kan gambarnya. Kemudian pencet tombol settings. Pilih menu untuk “Frequency” atau mungkin “Channel” di produk TV yang lain. Kemudian “Adjust”. Ada pilihan “Fine” dan “Search”. Jika “Search”, maka TV akan otomatis mencari channel sendiri yang terdekat. Jika panah kanan yang kita pencet, maka frekuensinya akan menaik. Jika panah kiri, maka frekuensinya akan turun. Namun jika “Fine” yang kita pilih, maka penambahan maupun pengurangan akan berlangsung secara manual jika kita menekan tombol panah kanan/ kiri. Gambar akan perlahan berubah menjadi hilang dan blur. Jika sudah cukup, pilih menu “Save” supaya frekuensi yang baru kita ubah tersimpan. Dan saat anak memilih channel tersebut, Simsalabim… Hilang! Tinggal mencarikan aktivitas penggantinya nonton TV: belajar, menggambar, mengaji, hafalan, dll. Selamat mencoba🙂

Catatan: seiring bertambahnya usia dan kecerdasan anak, serta pemahaman akan bahasa inggris, cara ini lama-kelamaan akan terbongkar kedoknya oleh sang anak ^_^

2 Responses to Cara Membatasi Anak Nonton TV

  1. Ajiputra says:

    Yang sulit dihindari justru siaran iklan, pak.
    Biasanya iklan-iklan itu lebih berwarna, pengalaman keponakan saya lebih senang lihat iklan daripada acara tv nya.🙂

    • bluejundi says:

      wah… klo iklan agak sulit mencegahnya. mungkin hanya TV9 saja yg relatif aman iklannya. atau perlu dibuat TV yg bisa ganti channel jika masuk sesi iklan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: