Kritik untuk BLSM (Dana Kompensasi BBM Naik)


Klo liat di pilem Amrik. Pengangguran di sana dapetnya kupon, bkn cash, cuma bisa beli makanan & basic needs. Gabisa buat miras, rokok, dll.

Klo Balsem (BLSM -ed) dipake buat beli rokok. Itu cuma pindah dari subsidi BBM ke subsidi kesehatan.

Klo buat makan aja sih insya Allah msh bisa, apalagi di kampung. Ganjalan tuk sejahtera itu ketika berhubungan dgn pendidikan & kesehatan.

Asalkan terbuka kesempatan yg adil tuk kerja/bisnis/tani, subsidi tuk pendidikan & kesehatan saja. Insya Allah bisa sejahtera.

Saat krismon 2008, Amrik juga ada program mirip Balsem. Tapi itu bkn bagi2 uang, tapi mengembalikan uang pajak yg sdh dipotong (tax refund).

(@Portuguesamava di Europe juga, Tuna grahita dan org2 miskin dpt jatah lunch/dinner di suatu tempat,dan dijamin biaya kesehatannya by insurance).

Skrg kita lihat teladan Rasulullah saw hadapi curhatan org miskin yg mengeluh blm makan bbrp hari dgn pakaian compang-camping.

Rasulullah tdk langsung kasi makanan. Tanya dulu: “kamu punya apa?”. Ia punya bejana & kain, lalu dilelang ke pembeli tertinggi.

Uangnya lalu dibagi 2. Separuhnya belikan makanan. Separuhnya lagi belikan mata kapak. Rasulullah sendiri yg ikat mata kapak tsb.

“Cari kayu, lalu jual di pasar. Jangan kembali sebelum sekian hari” demikian pesan Rasulullah. Orang miskin hrs diberdayakan, dibuat mandiri

Andaikan org tadi dikasi makan saja, selesai masalahnya hari itu. Tapi besok ia akan kembali meminta. Padahal fisiknya msh kuat tuk bekerja.

Utk tanggap darurat, berikan kebutuhan dasarnya gapapa. Tapi tuk jangka panjang, buat ia mandiri. Jangan malah dibuat ketergantungan.

Kecuali kalau tujuannya agar ada rakyat yg bisa dibeli. Dibiarkan miskin & ketergantungan, agar mudah dibeli suaranya saat diperlukan.

Tentunya pembinaan mental rakyat juga diperlukan, agar malu ulurkan tangan & tunggu bantuan. Mari kita lihat zaman Rasulullah sbg contoh.

Orang miskin di zaman Nabi bahkan bertanya bagaimana caranya agar mereka juga bisa menjadi ahli sedekah. Miskin kantongnya, kaya mentalnya.

Saat terluka dlm peperangan, 3 org pejuang saling berkata “bantu yg lain dulu, dia lbh perlu”. Semangat berbagi & mendahulukan saudaranya.

Coba kita lihat juga sejarah saat khalifah Umar bin Abd Aziz memimpin. Tak ditemui rakyat miskin lagi tuk dibagi zakat. BaitulMaal berlimpah

Sampai2 bujangan yg blm menikah krn gak punya uang pun diberi harta zakat agar bisa menikah. *Sekalian colek para jomblo :p

Sesuai dgn namanya BALSEM… Di awal aja panasnya. Setelah habis, malah jadi dingin. Di awal girangnya, di akhir malah ketergantungan.

*https://twitter.com/ahmadgozali – Financial Planner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: