PKS dan Kuota Impor Daging Sapi


Jakarta (1/2) – Hb. Nabiel Al-Musawa yang merupakan Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) IV Fraksi PKS, menegaskan bahwa fitnah suap terhadap anggota DPR Fraksi PKS merupakan skenario besar yang dirancang untuk mendeskreditkan PKS.

Dia menyatakan bersama teman-teman se-fraksi PKS di komisi pertanian sudah menolak keras tambahan kuota impor daging untuk tahun 2013, hal tersebut juga saya tegaskan saat raker dengan Kementerian Pertanian. Ia bahkan meminta surat ancaman dari importir ke Dirjen Peternakan dilaporkan ke Kepolisian.

Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono pun juga sudah mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi penambahan kuota impor daging tahun 2013. Ia mengaku sudah mengirimkan surat ke Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa untuk tidak lagi impor.

Legislator asal dapil kalsel ini menenggarai penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) di kantor DPP PKS merupakan konspirasi yang memiliki banyak kejanggalan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada campur tangan asing dari negara-negara pengekspor daging yang merasa dirugikan dengan kebijakan impor tersebut. Skenario dirancang untuk menekan dan memperburuk citra PKS dimata publik. Diduga karena PKS lantang menentang impor daging.

Sumber: http://www.pkspiyungan.org/2013/02/konspirasi-dengan-target-pks-diduga.html

Setelah Mafia Impor Beras Giliran Mafia Impor Sapi Bermain Kuota Impor

Jakarta (8/12), Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS Hb. Nabiel Al-Musawa menolak keras usulan mendadak Kementerian Perdagangan pada Jumat sore kemarin (7/12) untuk menambah kuota impor daging sapi tahun 2013 menjadi 105.000 ton.

Ini menjadi tanda tanya besar, ada apa? Padahal hasil keputusan rapat dengan Kemenko Perekonomian, Kementan dan Kemendag pekan lalu menyepakati alokasi impor daging sapi sebanyak 80.000 ton. Jumlah tersebut terdiri atas sapi bakalan sebanyak 267 ribu ekor atau setara dengan 48 ribu ton dan daging beku sebanyak 32 ribu ton.

Menurutnya, Jika tambahan kuota impor itu disetujui hal ini makin menguatkan dugaan benar adanya mafia impor sapi dalam tata niaga sapi di Indonesia yang mengatur sedemikian rupa daging sapi dari hulu sampai hilir, hingga mempengaruhi kebijakan kuota impor.

“Terjadi kelangkaan daging sapi di pasaran yang mengakibatkan lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir merupakan ulah mafia sapi dengan tujuan agar ditambahnya kuota impor daging sapi.” tegas Hb. Nabiel di Jakarta, Sabtu (8/12).

Alasan peningkatan jumlah turis asing yang membuat konsumsi daging meningkat merupakan sesuatu yang mengada-ada dan tidak rasional untuk menambah kuota impor daging sapi.

“Sesungguhnya, stok sapi lokal cukup karena hasil sensus sapi potong oleh Badan Pusat Statistik tahun 2011 menyebutkan populasi sapi lokal di Indonesia rata-rata 14,6 juta ekor per tahun. Namun stok tersebut sebagian besar berada di NTB dan NTT. Persoalan yang paling mendasar adalah terkait distribusinya yang belum optimal, hal seperti inilah yang perlu dibenahi dan koordinasikan lintas sektoral, bukan malah cari solusi jangka pendek dengan mabuk impor.” ujar Hb. Nabiel.

Sumber: http://www.pkspiyungan.org/2012/12/aleg-pks-habib-nabiel-al-musawa-menolak.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: