Menangkap Garangan (Luwak/ Musang) #1


hpai

Beberapa Cara Menangkap Garangan

Tak biasanya Ummi dan Gaza masih terjaga. Padahal jam dinding sudah hampir menunjuk angka 12 saat saya pulang ngaji malam itu. “Ada kucing masuk halaman belakang lagi, Bi. Ngorak-ngarik barang-barang dapur. Glodakan” katanya.

Spontan saya amati dari jendela kaca. Sesaat kemudian melintas sosok hitam dengan ekor yang panjang. Melompat, berlari, memanjat, berusaha mencari jalan keluar. Leher dan moncongnya yang panjang menunjukkan kalau ia bukan seekor kucing, tapi seekor luwak/ garangan/ musang! Astaga..

Menangkap garangan dengan tangan jelas sangat susah apalagi di malam hari. Yang mungkin adalah membantunya keluar sendiri dengan memanjat tembok rumah. Jemuran pakaian saya pindah ke dekat dinding samping. Sayang, si garangan ternyata tetap tidak bisa melewatinya. Ya sudah, lebih baik saya tinggal tidur karena 3 jam ke depan azan shubuh sudah berkumandang. Esok saja dipikirkan lagi bagaimana caranya.

Siang harinya saya baru bisa menyempatkan browsing di internet. Mencari teknik menangkap garangan. Nggak banyak referensi artikel yang saya temukan. Pilihannya hanya ada 2: dijebak dengan perangkap atau ditembak. Kalau dengan perangkap jelas butuh waktu untuk membuatnya atau harus nyari dimana tempat belinya dan mungkin hanya dipakai sekali. Kalau ditembak ya jelas kasihan. Akhirnya dengan segala pertimbangan saya putuskan untuk menangkapnya dengan tangan. Bismillah.

Hari itu saya pulang sore hari, lebih cepat dari biasanya dengan tujuan: menangkap garangan sebelum matahari tenggelam. Setibanya di rumah segera saya pakai kaos lengan panjang. Jaga-jaga kalau nanti dicakar garangan di saat kami mungkin harus berduel. Perlahan-lahan saya buka pintu belakang, khawatir kalau tiba-tiba garangan melompat dan nyelonong masuk ke dalam rumah.

Tampak halaman belakang dan dapur yang acak-acakan. Seperti habis diterjang angin puting beliung. Pot-pot jatuh bergelimpangan. Panci, wajan nasibnya sama. Yang paling parah, kompor gas sampai terbongkar casing bagian atasnya, menyisakan dasaran dan pipa keluarnya gas. Untung nggak sampai meledak LPG-nya.

Pelan-pelan saya melangkah. Mencari dimana si garangan berada. Di sela-sela pot tidak saya temukan. Di bawah kompor juga tidak nampak. Mungkin di tong tandon plastik bekas yang di dekat dinding. Ternyata benar. Si garangan asyik tidur pulas di dalamnya. Mlungker karena capek berusaha mencari jalan pulang semalaman. Ekornya yang panjang terlihat menjulur keluar. Saya berpikir keras: bagaimana menangkapnya?

-bersambung-

Menangkap Garangan (Luwak/ Musang) #2

Menangkap Garangan (Luwak/ Musang) #3

Mohon Maaf atas Kekurangan Kami.
Mohon Doa & Dukungannya supaya Kami Menjadi Lebih Baik Lagi.
http://www.pkspiyungan.org
http://www.pks.or.id

One Response to Menangkap Garangan (Luwak/ Musang) #1

  1. m541d says:

    bagian tulisan yang saya suka : browsing teknik cara menangkap garangan……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: