In Memoriam: Ustadzah Yoyoh Yusroh


Keluarga Ustadzah Yoyoh Yusroh

Keluarga Ustadzah Yoyoh Yusroh

Lahir di Tangerang pada tahun 1962. Saat ini telah dikaruniai Allah SWT 13 anak (9 lelaki dan 4 perempuan). Memiliki latar belakang pendidikan dari STAI Al Qudwah dan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1982). Sekarang bekerja sebagai Pembimbing Utama di Biro Perjalanan Haji PT. Madani sejak tahun 2002.

Selain itu aktif juga di berbagai organisasi, antara lain sebagai Pendiri Persaudaraan Muslimah (Salimah) pada tahun 2000, Pimpinan Pusat Badan Kontak Majlis Ta’lim sejak tahun 2000 hingga sekarang, Ketua Yayasan Ibu Harapan sejak tahun 1994 hingga sekarang, Korps muballigh Jakarta sejak tahun 1982 hingga 1984, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak tahun 1979 hingga 1980, Pelajar Islam Indonesia (PII) tahun sejak tahun 1980 hingga 1984, dan saat ini diamanahkan sebagai Ketua Imum I International Muslim Women Union (IMWU) sejak tahun 2000.

Ustadzah Yoyoh Yusroh sangat aktif sebagai nara sumber di berbagai seminar dan kongres. Beberapa kali pernah meraih penghargaan, antara lain dari International Muslim Women Union (IMWU) pada tahun 2000 dan 2003, dan dari Muballigh Nasional (Departemen Agama Pusat) pada tahun 2001.

Kiprah politiknya adalah pernah memegang amanah sebagai Ketua Departemen Kewanitaan Partai Keadilan 1998 – 2000. Dan kini duduk sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS. Di parlemen ia bersama 44 aleg Fraksi PKS DPR RI lainnya, dan bertugas di Komisi VIII.

Beliau juga diketahui sebagai ‘dalang’ pernikahan kedua ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nurwahid. Seperti pengakuan Ust. Hidayat, ” Saya menikah setelah diperkenalkan anggota DPR dari PKS, Ibu Yoyoh Yusroh”. Sebagaimana diketahui, dr. Diana Abas Thalib, menikah dengan Dr. Hidayat Nurwahid pada 10 Mei 2008 lalu setelah istri pertamanya, Ustz. Kastian Indriawati, menghadap panggilan Allah beberapa bulan sebelumnya.

Beberapa coretan pemikiran Ustz. Yoyoh Yusroh bisa dilihat di http://www.yoyohyusroh.multiply.com.

[ petikan sebuah wawancara ]

Senyumnya terkembang ramah menyapa. Matanya teduh namun penuh semangat dan ada optimisme terpancar disana. Siapapun yang mengenalnya pastilah merindukan kesempatan untuk berbincang dengannya. Dialah Ustadzah Hajjah Yoyoh Yusroh, SPdi yang juga dikenal dengan Ummu Umar mengikut nama anak pertamanya Ahmad Umar Al Faruq, tokoh Buletin Yasmin pada edisi ini. Walaupun masih tersisa lelah setelah menunggui anaknya yang ke 11, adik Abdullah Aminuddin di Hospital Putrajaya beberapa malam kemarin, namun beliau masih bersemangat menjelaskan kiprah dakwahnya di berbagai organisasi yang ia geluti.

Wanita kelahiran Tangerang 46 tahun yang lalu itu yang 10 tahun terakhir ini aktif menjadi anggota DPR/MPR RI Komisi VIII dan tengah memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Pornografi, menekankan pentingnya peran muslimah dalam perbaikan ummat saat ini. Apa yang dibicarakannya bukan sekedar kata-kata. Pendiri Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang juga Pimpinan Pusat BKMT dan Ketua Yayasan Ibu Harapan ini memang sering sekali menjadi pembicara dalam berbagai seminar yang mengupas masalah Wanita, Pendidikan Anak dan Keluarga baik di Indonesia maupun di luar Negri.

Dalam kunjungannya yang tidak sampai sepekan di negeri jiran, Malaysia ini, Buletin Yasmin mendapat kehormatan untuk berbincang-bincang dengan beliau seputar perannya sebagai ibu rumah tangga yang tidak pernah ditinggalkannya. Wawancara ini dilakukan di sela-sela jadwal kegiatannya yang padat dan juga melalui email.

keluarga-samaradaDari jawaban yang diberikan dapat disimpulkan bahwa meskipun istri dari seorang Ustad H. Budi Dharmawan ini memiliki segudang kegiatan, namun beliau konsisten dalam mengikuti perkembangan 9 anak lelaki dan 4 anak perempuannya itu. Beliau menerapkan perlunya contoh yang baik (qudwatun hasanah) dari orang tua dan pembagian tugas di antara anak-anaknya. Anggota Dewan Pakar ICMI Bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia ini juga tidak pernah memaksakan kehendaknya terhadap anak-anaknya. Yang paling penting menurut penerima penghargaan IMWU tahun 2003 ini adalah membentuk akidah yang kuat, menyediakan lingkungan yang sholeh dan membentuk pribadi anak sesuai karakternya. Di akhir wawancara beliau juga menyelipkan pesan moral kepada para muslimah umumnya untuk dapat mengenali kekurangan dirinya dan melakukan perbaikan sementara juga mengasah dan memaksimalkan kelebihannya untuk keluarga dan ummat.

Berikut bincang-bincang Buletin Yasmin (yunibara) dengan ibu 13 anak yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum I IMWU (International Muslim Women Union).

Bagaimana cara Ummi mendidik 13 anak mengingat kesibukan yang begitu padat?

Ummi dan Abinya dalam mendidik anak-anak lebih banyak memberikan qudwah, dan melakukan pola pendelegasi tugas terhadap anak-anak yang sudah besar. Sebagai contoh Anak pertama (Umar) memiliki kewajiban & tanggung jawab untuk menjaga dan membimbing adiknya yang ketiga (Asma) dan kebetulan mereka memang sama-sama kuliah di UGM. Anak kedua bertanggung jawab atas adiknya yang keempat dan seterusnya. Dan alhamdulillah mereka benar-benar melakukan itu karena Abi dan Ummi berusaha untuk senantiasa mengevaluasinya

Apakah selalu ada acara keluarga yang rutin agar komunikasi dengan anak-anak tetap dekat?

Setiap ada hari liburan Ummi & Abi berusaha menyempatkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama. Dulu waktu masih kecil-keci lebih mudah karena waktu liburannya bersamaan, namun setelah anak-anak besar-besar Ummi menyesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing. Karena beberapa anak Ummi ada yang kos dan pesantren di luar kota & luar negeri biasanya Ummi menyempatkan untuk menelepon mereka min. sepekan sekali dan jika Ummi ada kesempatan menengok mereka di pesantren.

Aktivitas Ummi sangat menuntut kesehatan tubuh yang prima. Bagaimana cara Ummi menjaga kesehatan agar selalu bugar?

Untuk menjaga kesehatan sederhana saja sih, Ummi biasa mengkonsumsi makanan sehat sayuran, buah-buahan, makanan berprotein baik, menghindari makanan yang mengandung zat kimia serta minum madu & habbatushauda secara rutin

Seorang muslimah juga dituntut untuk menjaga penampilan untuk suami tercinta. Bagaimana dengan Ummi?

Ummi berusaha senantiasa wangi jika dekat-dekat Abi dan menjaga untuk tidak pernah tertidur dalam keadaan kelelahan sehingga ketika pulang ke rumah di waktu apapun berusaha senantiasa membersihkan tubuh dan tidur dalam keadaan wangi dan bersih

Bagaimana cara Ummi menjaga keharmonisan keluarga?

Dari semenjak awal akan menikah Ummi tidak pernah memasang target atau harapan ingin seperti apa atau bagaimana suami itu selain diennya yang menjadi kriteria yang paling utama. Semangat yang senantiasa dibangun terhadap pasangan bukanlah harapan atau tuntutan melainkan memberikan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk pasangan kita. Begitupun kepada anak-anak, yang setiap anak pasti memiliki karakternya sendiri, Ummi tidak pernah memaksakan kepada mereka harus jadi ini atau jadi itu tapi berusaha menanamkan pondasi akidah yang kuat, memberikan bi’ah yang sholeh dan biarkan mereka menjadi pribadi sesuai dengan karakternya. Memberikan motivasi yang positif dan berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka sesuai dengan kebutuhan usia & tumbuh kembangnya. Dan satu lagi yang tak kalah penting yaitu berusaha senantiasa menjaga komunikasi dalam keluarga tetap berjalan, walaupun akhir-akhir ini Ummi rasakan agak kurang karena kepadatan tugas Ummi dan kesibukan kegiatan anak-anak juga yang sudah semakin besar dan memiliki aktivitas sendiri. Tapi alhamdulillah Ummi bersyukur kepada Allah SWT anak-anak cukup mandiri dan sangat memahami orangtuanya.

Bagaimana menurut Ummi cara memaksimalkan potensi yang dimiliki seorang muslimah, agar ia dapat melaksanakan perannya dalam rumah tangga maupun di masyarakat dengan baik?

Seorang muslimah harus mampu mengenali dirinya dengan baik, sehingga ia mengetahui potensi apa saja yang ia miliki yang dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan ummat. Kekurangan & kelebihannya disadari betul sehingga bisa melakukan langkah-langkah untuk melakukan perbaikan untuk kekurangannya dan mengasah serta memaksimalkan kelebihan yang ada pada dirinya baik untuk berperan dalam rumah tangga sendiri maupun di masyarakat.

Sumber: http://www.fokma.org/index.php?view=article&catid=9%3Atokoh&id=12%3Austadzah-yoyoh-yusroh-ibu-umat-dan-ibu-anak-anaknya&tmpl=component&print=1&page=&option=com_content

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

One Response to In Memoriam: Ustadzah Yoyoh Yusroh

  1. giriayoga says:

    Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: