Pengamen di Persimpangan Jalan…


Perjalanan darat Surabaya-Madiun dengan bis umum seringkali tak bisa dipisahkan dari para musisi jalanan. Tak jarang lagu yang mereka bawakan cukup menghenyak batin, menggugah perasaan. Membuat pendengarnya (yang tidak ketiduran) sedikit banyak mencoba introspeksi. Salah satunya adalah lirik lagu berikut ini yang berkisah tentang curahan hati seorang pengamen bus antarkota kepada Ilahi Robbi-nya. Semoga bisa menjadi perenungan kita bersama :

ternyata begitu berat
jalankan semua printahMu
bekerja dan terus bekerja
tak kenal lelah dan tak kenal waktu

gema adzan subuh, kami tidur terlelap
gema adzan dhuhur, kami sibuk bekerja
gema adzan ashar, kami geluti dunia

gema adzan magrib, kami diperjalanan
gema adzan isya’, lelah tubuhku Tuhan
tak pernah lagi, kubaca firman-Mu
pantaskah surga untukku ?

tak pantas aku di Surga-Mu
tak kuat aku di Neraka-Mu
berikan kami pentunjukmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: