Matematika & Kasih Sayang Orang Tua


Judul di atas muncul di saat hampir 4 tahun ini saya merasakan sendiri bagaimana suka dukanya menjadi ayah dari seorang anak. Kemudian saya coba flashback ke belakang, kembali ke masa-masa dimana saya menjadi seorang anak waktu itu. Sampai pada titik pertanyaan: Klo dihitung-hitung, kira-kira habis berapa ya kasih sayang orang tua kepada kita? Dari bayi hingga dewasanya kita.

Kurang lebih hitungan kasarannya spt berikut:
1. Masa Balita (0-5 tahun)
a. Susu
Misal rata-rata sebulan habis susu kaleng 400 gram dgn harga 50.000 rupiah, maka dalam 5 tahun dikeluarkan biaya : 12 x 5 x 50.000 = 3.000.000 rupiah.
b. Jajan
Katakanlah sebulan habis sekitar 30.000, maka dlm 5 tahun menghabiskan 12 x 5 x 30.000 = 1.800.000 rupiah.
c. Mainan
Jika sebulan dapat mainan baru 2 buah seharga @10.000 maka dalam 5 tahun : 12 x 5 x 20.000 = 1.200.000 rupiah.
d. Pakaian + Sepatu/Sandal
Misal setahun dapat 3 stel baju dan 1 pasang sepatu baru dengan perkiraan biaya 100.000 maka dlm 5 tahun = 5 x 100.000 = 500.000 rupiah.
e. Sekolah (KB, TK)
SPP termurah di Surabaya saat ini adalah 60.000/ bulan. Jika anak ikut TK setahun maka biayanya : 60.000 x 12 + uang masuk sekitar 2 juta menjadi 2.720.000 rupiah.
f. Berobat
Dalam kurun waktu 5 tahun biasanya sempat sakit, perkiraan biaya periksa, dokter dan berobat mencapai 3 juta.
g. Baby sitter
Saat ini minimal 300.000/bulan. Jika peluh keringat ortu kita disetarakan dengan ini maka nilainya : 300.000 x 12 x 5 = 18.000.000 rupiah.

2. So far, untuk masa balita kita saja sudah menghabiskan biaya tidak kurang dari 30 juta rupiah. Dengan asumsi biaya untuk masa-masa berikutnya adalah kurang lebih sama, maka total biaya yang dikeluarkan oleh kedua orang tua kita hingga kita berusia 20 tahun adalah 30 juta x 4 = 120 juta rupiah. Jumlah yang tidak sedikit bagi seorang pegawai seperti saya. Belum lagi biaya untuk saudara-saudara kandung kita. Dan saya yakin nilai sebenarnya akan jauh lebih besar. Subhanallah…

Sobat, ilustrasi di atas semoga bisa membuka mata hati kita, bahwa kasih sayang orang tua kepada kita sungguh tak ternilai harganya. Untuk itu janganlah kita durhaka kepada orang tua. Jangan sampai menyakiti hatinya. Sebaliknya, justru sebisa mungkin membuat mereka bangga dengan prestasi, akhlak dan tingkah laku kita. Semoga Alloh Mengampuni dosa-dosa kedua orang tua kita, Menyayanginya sebagaimana mereka menyayangi kita. Semoga Alloh Meridhoi kita semua. Amin…

nb: teriring doa untuk almarhumah ibu (8 maret 2007) dan peluk cium utk bapak yang saat ini menemani cucu tertuanya di jakarta. love u all…

2 Responses to Matematika & Kasih Sayang Orang Tua

  1. retha says:

    hhuuaa…..
    jdii pngeen nangiis baca inii….

  2. ari says:

    wahwah..sampai segitunya,.
    tapi bagaimanapun orang tua tidak pernah meminta modal kembali atas apa yang semua telah di berikan pada kita,tp ok lah kl begitu ini semua buat para anak2 dan orang2 yang telah menjadi orang tua harus bisa menyadari dan sadar bahwa manusai pasti akan jadi orang tua yang baik dan mengerti anak,hemmm…..kapan aku bisa lulus dan bisa menafkahi ortu,.huff…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: