Dan Kerudungnya Pun Dilepas…


Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Alloh. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi junjungan, Muhammad saw beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga kelak akhir jaman. Amin ya Robbal alamin…

Sahabat, tulisan ini muncul sebagai bentuk pertanggungjawaban saya terhadap perintah Nabi untuk mengubah kemungkaran jika kita menyaksikannya. Jika mampu mengubahnya dengan tangan kita maka lakukanlah. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisan. Jika masih tidak mampu juga, maka bencilah dengan hati. Dan itulah selemah-lemahnya iman. Berhubung lisan itu dibuat ngomong ya agak berat, agak gimana gitu, maka ya daripada jadi bisul karena ditahan, lebih baik saya tuangkan di blog ini. Kurang lebih efeknya hampir sama.

Sahabat, seumur usia saya, sudah tiga orang yang saya kenal sebagai muslimah baik-baik ternyata melakukan “manuver” yang sangat mengejutkan. Di awal, saya tahu mereka semua sebagai muslimah yang baik, yang taat. Maklum, di jaman yang serba “terbuka” ini, mereka masih eksis dengan seuntai kain kerudung menutup kepalanya. Sebuah prestasi yang luar biasa menurut saya, at least. Namun sayang seiring perjalanan waktu semuanya mulai berubah. Satu demi satu, saya temukan sudah melepas kerudungnya. Naudzubillah…

Banyak teori penyebabnya. Mungkin karena pengaruh lingkungan, pengaruh teman (baca : syetan yang nyamar jadi manusia). Dibujuk, dirayu, didoktrin, dicekoki, dibuat bimbang dan ragu. “Benarkah kerudung itu wajib bagi muslimah?”, “Apakah itu hanya sekedar pakaian orang timur tengah?”, “Hari gini kerudungan. Nggak modis!”, dan sederet pertanyaan lain yang selalu menumbuhkan keragu-raguan.

Yang kedua, mungkin karena selama ini berkerudung ternyata karena kebiasaan waktu sekolah. Dulu sekolah di madrasah yang pakaian wajibnya adalah baju muslimah. Setelah sekian tahun memakai, begitu kuliah muncul jiwa-jiwa pemberontak. Ingin merdeka, nggak mau dikekang. Pas kuliah, pas menjadi mahasiswi adalah momentumnya. Tapi hati nurani masih berusaha ngaboti, masak pindah status langsung ganti penampilan. Kok drastis sekali. Ya akhirnya, awal-awal jadi mahasiswi masih sempat dipakai selama beberapa waktu.

Yang ketiga, mungkin karena tuntutan kerja. Si Boss mensyaratkan seluruh karyawan berpenampilan sama. Nggak boleh ada yang pakai kerudung/ jilbab. Ya daripada dipecat alias nggak dapat penghasilan ya dilepas deh itu kerudung. Apa hidup disuruh makan kain kerudung? Apa mbayar SPP pakai kain jilbab? En so on…

Sobat, after all. Menurut saya penyebab utamanya dari itu semua adalah LEMAHNYA IMAN di dada. Belum ada kemantapan di hati dalam menutup aurat. Karena iman yang lemah, ya akibatnya sedikit saja muncul keragu-raguan maka langsung jadi bimbang, bingung harus menyikapi, berusaha mencari-cari alasan dan pembenaran. Padahal Alloh swt jelas-jelas berfirman dalam Al Qur’an:

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. QS. al-Ahzab (33) : 59

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS An Nuur: 31

Sobat muslim, mari kita doakan bersama semoga saudari kita bisa kembali menutupkan kain kerudung di kepalanya sebagai wujud penjagaan terhadap aurat seorang muslimah. Kembalilah, Saudariku. Sesungguhnya ketaatan kepada perintah Alloh dan rosul-Nya itu sangatlah jauh lebih besar keuntungannya baik di dunia maupun di akherat kelak. Buat apa bahagia (semu) di dunia jikalau menyesal pada akhirnya nanti?

NB: salut buat new jilbabers. semoga istiqomah🙂

3 Responses to Dan Kerudungnya Pun Dilepas…

  1. Siti Hajar says:

    Tulisannya dalem bgt Pak,,, jadi spirit baru bwt saya n temen2 yang lain…

  2. faruq says:

    wah ya itu lah pak ,saya mending gk usa pakai kerudung wis gawe kerudungg dodone montok klambine nyiprett…marai kaum adam napsu aeee ,memang treend yang gila mungkin akan kembali ke jaman bahula yaaa….

    mudah2 han anak2 saya nanti nurur ma yang menciptakan dia ,ngiris juga pak di kos kosan temen2 saya bawa ce masuk kamar berduaanna keliatanya habis mandi ? apa mandi abreng ya ? hii…gimana gk ancur ya dunia ini

  3. 007 says:

    Ampun beneer…
    Waktunya tobat niech..
    Dunia uda di ambang kiamat.
    Semakin banyak manusia yang tersesat.
    Umat Islam banyak yg g taat.
    Gayanya orang kafir makin memikat.
    Meskipun ada maksud jahat yang tersirat.
    Supaya kita menangguhkan tobat.
    Dan menjauhi ulama yang menjadi panutan ummat.
    Mari kita sholat..Yuuuks!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: