Hukum Musik Menurut Islam


Musik Menurut Islam

Musik Menurut Islam

Apakah Hukumnya Musik Menurut Islam?
Pertanyaan

Assalamu`alaykum Wr. Wb
Ustadz, dalam suatu kajian saya pernah diberi tahu bahwa dari empat mazhab yang ada, kesemuanya mengharamkan musik. Benarkah itu? Bukankah Sayyidina Umar Ra. pernah melantunkan senandung?

ari

Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nyanyian dan musik sepanjang zaman selalu menjadi wilayah khilaf di antara para ulama. Dan lebih detail, ada bagiannya yang disepakati keharamannya, namun ada juga yang diperselishkan.

Bagian yang disepakati keharamannya adalah nyanyian yang berisi syair-syair kotor, jorok dan cabul. Sebagaimana perkataan lain, secara umum yang kotor dan jorok diharamkan dalam Islam. Terutama ketika musik itu diiringi dengan kemungkaran, seperti sambil minum khamar dan judi. Atau jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti menyebabkan timbul cinta birahi pada wanita. Atau jika menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat atau menunda-nundanya dan lain-lain.

Namun apabila sebuah nyanyian dan musik tidak seperti itu, barulah kemudian para ulama berbeda pendapat. Ada yang masih tetap mengharamkannya namun ada juga yang menghalalkannya.

Penyebab perbedaan pendapat itu cukup beragam, namun berkisar para dua hal.

Pertama, dalilnya kuat namun istidlalnya lemah. Kedua, dalilnya lemah meski istidlalnya kuat.

Contoh 1

Kita ambil contoh penyebab perbedaan dari sisi dalil yang kuat sanadnya namun lemah istidlalnya. Yaitu ayat Al-Quran al-Kariem. Kitatahu bahwa Al-Quran itu kuat sanadnya karena semua ayatnya mutawatir. Namun belum tentu yang kuat sanadnya, kuat juga istidlalnya. Kita ambil ayat berikut ini:

Dan di antara manusia orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.(QS. Luqman: 5)

Oleh kalangan yang mengharamkan musik, ayat ini sering dijadikan bahan dasar untuk istidlal mereka. Mereka menafsirkan bahwa lahwal hadits (perkataan yang tidak berguna) adalah nyanyian, lagu dan musik.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan ayat ini, karena secara eksplisit tidak mengandung pengharaman tentang lagu, musik atau nyanyian. Yang dilarang adalah perkataan yang tidak berguna. Bahwa ada ulama yang menafsirkannya sebagai nyanyian musik, tentu tidak boleh memaksakan pandangannya.

Kita bisa membaca pandangan Ibnu Hazm tentang ayat di atas. Beliau mengatakan bahwa yang diancam di ayat ini adalah orang kafir. Dan hal itu dikarenakan orang-orang kafir itu menjadi agama Allah sebagai ejekan. Meski seseorangmembeli mushaf lalu menjadikannya ejekan, maka dia pun kafir. Itulah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat ini. Jadi Allah SWT tidak mencela orang yang membeli alat musik apabila bukan untuk menjadikannya sebagai penyesat manusia.

Contoh 2: Hadits Nabawi

Dalam salah satu hadits yang shahih ada disebutkan tentang hal-hal yang dianggap sebagai dalil pengharaman nyanyian dan musik.

Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat yang melalaikan`. (HR Bukhari)

Karena hadits ini terdapat di dalam shahih Bukhari, maka dari sisi keshahihan sudah tidak ada masalah. Sanadnya shahih meski ada juga sebagian ulama hadits yang masih meragukanya.

Namun dari segi istidlal, teks hadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alat tertentu dengan namanya secara spesifik dan eksplisit. Di titik inilah sesungguhnya terjadi selisih pendapat para ulama. Dalil yang bersifat umum masih mungkin dipersoalkan apabila langsung dijadikan landasan untuk mengharamkan sesuatu.

Batasan yang ada dan disepakati adalah bila alat itu bersifat melalaikan. Namun apakah bentuknya alat musik atau bukan, maka para ulama berbeda pendapat.

Contoh 3: Hadits Nabawi

Dari Nafi bahwa Ibnu Umar mendengar suara seruling gembala, maka ia menutupi telingannya dengan dua jarinya dan mengalihkan kendaraannya dari jalan tersebut. Ia berkata:`Wahai Nafi` apakah engkau dengar?`. Saya menjawab:`Ya`. Kemudian melanjutkan berjalanannya sampai saya berkata:`Tidak`. Kemudian Ibnu Umar mengangkat tangannya, dan mengalihkan kendaraannya ke jalan lain dan berkata: Saya melihat Rasulullah saw. mendengar seruling gembala kemudian melakukan seperti ini. (HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Hadits ini sudah agak jelas dari segi istidlalnya, yaitu Rasulullah menutup telinganya saat mendengar suara seruling gembala. Namun dari segi kekuatan sanadnya, para ulama hadits mengatakan bahwa hadits ini termasuk hadits mungkar. Dan hadits mungkar kedudukannya lebih parah dari sekedar hadits dhaif.

Dan memang banyak sekali dalil pengharaman musik yang derajat haditsnya bermasalah. Dan wajar bila Abu Bakar Ibnul Al-Arabi mengatakan, “Tidak ada satu pun dalil yang shahih untuk mengharamkan nyanyian.”

Dan Ibnu Hazm juga senada. Beliau mengatakan, “Semua riwayat hadits tentang haramnya nyanyian adalah batil.”

Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw. berkata tentang umat ini:` Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari kaum muslimin:`Wahai Rasulullah kapan itu terjadi?` Rasul menjawab:` Jika biduanita, musik dan minuman keras dominan` (HR At-Tirmidzi).

Sebagian Shahabat Menghalalkan Musik

Dari banyak riwayat kita mendapatkan keterangan bahwa di antara para shahabat nabi SAW, tidak sedikit yang menghalakan lagu dan nyanyian.

Misalnya Abdullah bin Ja`far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin Syu`bah, Usamah bin Zaid, Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan, Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar Al-Khallal.

Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul Authar menuliskan bahwa para ulama Madinahmemberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola`.

Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi`i dalam kitabnya bahwa Abdullah bin Ja`far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkan membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul Mukminin Ali ra. Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh, Said bin Al-Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya`bi.

Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin; bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dan gitar.

Dan Ibnu Umar pernah kerumahnya ternyata di sampingnya ada gitar, Ibnu Umar berkata:` Apa ini wahai sahabat Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya, Ibnu Umar merenungi kemudian berkata, “Ini mizan Syami(alat musik) dari Syam?”.Ibnu Zubair menjawab, “Dengan ini akal seseorang bisa seimbang.”

Dan diriwayatkan dari Ar-Rawayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anas membolehkan nyanyian dengan alat musik.

Dan jika diteliti dengan cermat, maka ulama muta`akhirin yang mengharamkan alat musik karena mereka mengambil sikap wara`(hati-hati). Mereka melihat kerusakan yang timbul di masanya. Sedangkan ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik karena mereka melihat memang tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits yang jelas mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum asalnya yaitu mubah.

Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkan nyanyian dan musik harus memperhatikan faktor-faktor berikut:

1. Lirik Lagu yang Dilantunkan.

Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah seperti hukum yang diberikan pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya. Artinya, bila muatannya baik menurut syara`, maka hukumnya dibolehkan. Dan bila muatanya buruk menurut syara`, maka dilarang.

2. Alat Musik yang Digunakan.

Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa, hukum dasar yang berlaku dalam Islam adalah bahwa segala sesuatu pada dasarnya dibolehkan kecuali ada larangan yang jelas. Dengan ketentuan ini, maka alat-alat musik yang digunakan untuk mengiringi lirik nyanyian yang baik pada dasarnya dibolehkan. Sedangkan alat musik yang disepakati bolehnya oleh jumhur ulama adalah ad-dhuf (alat musik yang dipukul). Adapun alat musik yang diharamkan untuk mendengarkannya, para ulama berbeda pendapat satu sama lain. Satu hal yang disepakati ialah semua alat itu diharamkan jika melalaikan.

3. Cara Penampilan.

Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga dari hal-hal yang dilarang syara` seperti pengeksposan cinta birahi, seks, pornografi dan ikhtilath.

4. Akibat yang Ditimbulkan.

Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga kuat mengakibatkan hal-hal yang diharamkan seperti melalaikan shalat, munculnya ulah penonton yang tidak Islami sebagi respon langsung dan sejenisnya, maka sesuatu tersebut menjadi terlarang pula. Sesuai dengan kaidah Saddu Adz dzaroi` (menutup pintu kemaksiatan).

5. Aspek Tasyabuh atau Keserupaan Dengan Orang Kafir.

Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus yang telah menjadi ciri kelompok pemusik tertentu yang jelas-jelas menyimpang dari garis Islam, harus dihindari agar tidak terperangkap dalam tasyabbuh dengan suatu kaum yang tidak dibenarkan. Rasulullah saw. bersabda:

Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka. (HR Abu Dawud)

6. Orang yang menyanyikan.

Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkan nyanyian dari wanita yang bukan muhrimnya. Sebagaimana firman Allah SWT.:

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Ahzaab 32)

Demikian kesimpulan tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam semoga bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi panduan dalam kehidupan mereka.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber: http://www.rumahfiqih.com/ust/e2.php?id=1172114667&=apakah-hukumnya-musik-menurut-islam.htm

Mohon Maaf atas Kekurangan Kami.
Mohon Doa & Dukungannya supaya Kami Menjadi Lebih Baik Lagi.
http://www.pkspiyungan.org
http://www.pks.or.id

About these ads

25 Responses to Hukum Musik Menurut Islam

  1. abdulah says:

    tak ada musik dunia sepi terlalu asyik dengan musik masjid jadi sepi ,fakta!!! Dangdut erotis jdi maksiat bnyak sawer buang dwit mubazir ,konser musik tiket 500rbu buang dwit mubazir lg solat tetangga muter musik ngganggu jelas banyaklah madorotnya ketimbang manfatnya .

  2. rika wulandari says:

    klo mnrt aq ya bnr lbh banyak mudaratnya dari pada manfaatnya tapi semua itu kmbli pada orang yang nggunainny

  3. rahmat says:

    Ibnu Zubair menjawab, “Dengan ini akal seseorang bisa seimbang.”

    Gmn dgn ini?? Beberapa siswa down Syndrom dan autis ada yg dpt kembali Fokus dalam pelajaran umum dgn belajar alat musik yaitu gitar…wallahu alam..

  4. zaid akbar siregar says:

    ngak gaul bro kalau islam tak ada musik. bagai mana kalau aku nyayi [sensor ^_^]

  5. wiko says:

    halal haram…gimanaa kitanya juga….kayak kita pegang pisau …mau di pake apa? membunuh atau cuma mau motong apel

  6. zainal husin says:

    assalammualaikum WR.WB

    perekanlkan nama saya zainal husin.saya ingin bertanya,saya penggemar Linkin Park,Green Day dan Owl City.meski begitu saya tak terllau fanatik dengan lagu2 yg saya sebutkan,sya hnya sekedar mendengarkan untuk hiburan semata juga.alhamdulillah sya tak terpengaruh dengan hal yang berbau negatif dari musik tersebut.

    apakah yang saya lakukan itu termasuk dosa ataukah mubah?
    sekian terima kasih

    • bluejundi says:

      maaf, bang zainal. saya bukanlah ulama pembuat fatwa. namun, kalo merujuk artikel tersebut, maka yang berkaitan dengan kondisi abang adalah masalah dgn “lirik” dan “alat musik”. wallahu a’lam :)

  7. musik banyak mudharatnya

  8. yudi says:

    Kita akan tau jawabannya d akhirat,,jika kita tidak mencari tau di dunia

  9. Yudhi says:

    Fardhu yang harus kita benahi bukan sunnah yang didahulukan, byk disekeliling kita islam tapi tidak (sholat, dan zakat,) naik haji berkali kali menyumbang ke masjid banyak banyak dengan sebut nama, padahal lebih fardhu lagi, jihad dengan setengah hartamu kuda dan darahmu, artinya, pergi kepedalaman ajari orang2 sholat, selamatkan saudara kita di palestina dan suriah, beri sumbangan kesana jangan dimasjid kita aja, masjid kita udah banyak,… Soal musik artikel ini sudah pas pencerahanya, tergantung kita, jadi tidak bid’ah, menyembah kuburan baru bid’ah, syukron,

  10. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي
    Artikel ini Sangat mmbantu saya dari ketidaktahuan… Terima kasih banyak…

  11. qqrebel says:

    mintalah, dan berdoalah kepada alloh swt tentang pemahaman takdir dengan logika alam semesta dengan ketajaman pemahaman pemikiran yang tinggi serta tajam. tapi sebelumnya, berusahalah menyerap dan memahami ilmu ikhlas, ilmu syukur dan kesabaran tingkat tinggi karena tidak mudah menerimanya dengan tingkat kesabaran , keikhlasan, dan ilmu syukur yang sedikit..

  12. Ki kentir says:

    Kalau nyanyian&musik itu haram,artinya lagu kebangsaan indonesia raya jg haram dong,,adakah ulama yg berani mengatakan dihadapan publik dan siap dg segala akibatnya?

  13. ileunk says:

    Pendapat saya kalo musik dan nyanyian syah2 aja…tp tergantung musiknya apa..dari pada dengerin musik gak karuan mending ngaji deh biar tentram hati,,coba deh buktiin…atau kalo musik salawatan enak didengarnya juga,,jangan lagu2 jingkrak2an…
    Gak ada gunanya broooooo…

  14. anton bae says:

    بِســمِ اللّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيْــمِ
    Ini sangat rancu klo tidak memahami dengan baik.. tolong akhi sekalian fatwa sahabat2 yg lain , hadist yg lain dan tafsir ulama 2 yg lain..

  15. Saef Elhansa says:

    Saya bingung mau bilang apa, terus terang saya suka sekali dengan musik, bahkan saya sering menggunakan musik dan nyanyian sebagai penghafal ilmu2 dunia / akhirat, dan terbukti mudah diserap dan tidak gampang lupa. ketimbang menghafal secara biasa.

    Apakah saya dosa melakukan seperti itu??

    • bluejundi says:

      insyaAllah aman, selama yg sunnah dan yg wajib tidak ditinggalkan gara-gara yg mubah. jikalau pun ada dosa, mari perbanyak istighfar. semoga Allah Mengampuni kita semua. wallahu a’lam :)

  16. HERDJATI says:

    Kl menurut saya, musik yang pasti haram adalah sbb:
    1.Lirik lagu yang seronok, mengandung kata-kata kasar (explicit, red)
    2.aliran musik yang keras berlebihan (moshing, red)
    3.mengarah ke perbuatan maksiat
    4.Musik religi non-Islam
    5. Kebanyakan aliran rap, metal,dan sejenisnya.

    Islam lebih mengutamakan aliran musik yang lembut, dan spt itu pasti halal. Coba lihat saja lagu religi islam, sebagian besar iramanya lembut (lagu galau). Contohnya dengarkan saja Opick, Maher Zain, dan grup lawas Bimbo. Semua lagu ciptaan mereka tidak ada yang beraliran keras.

  17. leadfront says:

    kalo misalkan musik diharamkan dengan mutlak di islam, kok saya baru tahu? berarti larangan musik tidak disebar dengan luas dong? cmiiw mohon penjelasannya juga boleh :)

  18. Bagaimana dengan band keras yang menyampaikan opini islami mereka lewat musik dan lyrik sesuai dengan target audiens mereka anak muda? Dan tentu dengan pemahaman agama yang dalam dan juga lebih faktual.

    Coba check The HAARP Machine’s Video

    Band Technical Death Metal asal UK ini bubar pertengahan 2013. Sebelum bubar mereka sempat mengadakan Tour US dan dicekal oleh pemerintah setempat karena alasan yang tidak jelas. Tapi menurut saya memang lirik mereka yang sedikit frontal membongkar rahasia pemerintah yang bersumber dari website hacker anonnews.org atau biasa disebut anonymous. Akhirnya ,Al mu’min sebagai guitarist sekaligus leader membubarkan band ini. Drummer Alex Rudinger sekarang bergabung dengan The Faceless.

    Simak juga lirik mereka yang kritis dengan sudut pandang muslim yang dirugikan dalam beberapa kejadian besar di dunia akhir-akhir ini.

    http://www.darklyrics.com/lyrics/thehaarpmachine/disclosure.html

    Apa yang seperti ini haram? Menurut saya musik itu media, seperti layaknya mimbar shalat jum’at dan lembaran Hizbu Tahrir yang disesuaikan dengan target audiens. Di area lokal, kita punya Purgatory dan Tengkorak yang mengangkat lirik yang berasal dari Al-Qur’an.

  19. Ini juga ada masukan karya tulis rekomendasi dari Ust. Felix Siauw.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 39 other followers

%d bloggers like this: