Menangkap Garangan #2


Tampang Garangannya Persis Seperti Yang Ini

Tampang Garangannya Persis Seperti Yang Ini

Cukup lama saya menimbang-nimbang bagaimana cara menangkapnya dengan tangan, sendirian. Kalau garangan liar ditangkap saat tertidur, saya belum tahu reaksinya. Apakah seperti kucing yang langsung melawan? Ataukah justru berusaha meloloskan diri? Dua hal ini jelas beda penanganannya dan harus saya antisipasi semuanya. Sedangkan kalau ditangkap saat terjaga, saya bisa lebih mudah mengantisipasi gerakannya dan meminimalisasi bahaya yang mengancam. Sudah saya siapkan juga tongkat kayu buat ngepel sebagai senjata penakluknya. 5 menit, 10 menit, hingga sekitar setengah jam saya habiskan untuk menimbang dan menimbang. Maju, mundur. Campur aduk antara berani dan takut. Saat tidur atau terjaga?

Dengan nyali yang sebenarnya juga cukup ciut, saya putuskan menangkap garangan saat dia tertidur. Pertimbangan saya, matahari sudah hampir tenggelam. Jelas akan semakin sulit jika gelap telah datang. Selain itu jika ditangkap saat terjaga, bisa jadi cukup lama saya harus berkejar-kejaran dengan si garangan. Alias halaman rumah semakin hancur berantakan. Dan waktu saya juga nggak hanya untuk ngurusi garangan. Bismillah. Saya mencoba menguatkan nyali. Minta pertolongan kepada Alloh supaya Dimudahkan, lagian bukan maksud saya untuk mencelakai si garangan. Hanya sekedar menangkap dan melepaskannya lagi ke alam bebas.

Perlahan saya pindah jemuran yang menghalangi keleluasaan saya untuk beraksi. Pelan-pelan, tanpa suara. Ups, kaki jemuran menggesek lantai paving. Srettt… Khawatir, saya amati si garangan kembali, memastikannya masih tertidur pulas di tempatnya. Alhamdulillah, tidurnya nyenyak sekali. Saya ambil kain handuk lebar yang sudah belepotan bekas injakan kaki garangan. Saya jadikan ia sebagai pelindung kedua tangan. Saya berjalan mendekat. Dan akhirnya jarak kami tinggal setengah meteran. Saya takut juga kalau tiba-tiba garangan terbangun kemudian melompat dan menyerang saya. Perut garangan terlihat bergerak naik turun mengikuti tarikan nafasnya. Jelas. Sedangkan jantung saya naik turun saking tegangnya. Perlahan tangan saya yang berbalut handuk mendekat ke garangan. Tangan kiri mengarah ke atas tong tandon plastik, sedangkan tangan kanan menuju ekor yang menjuntai keluar dari pecahan tandon. Skenario otak saya: pegang erat ekornya, tekan tubuh dan kepala dari atas tong supaya tidak menggigit tangan kanan saya.

Apa yang terjadi selanjutnya??? -bersambung-

About these ads

2 Responses to Menangkap Garangan #2

  1. nuruz says:

    jadi tambah penasaran…
    hehe

  2. hanif says:

    apa manfaatnya bagi kesehatan!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 39 other followers

%d bloggers like this: